Water barrier atau pembatas jalan berbahan plastik yang diisi air kini disiagakan secara intensif oleh Dinas Perhubungan Sijunjung untuk merekayasa pembagian arus lalu lintas. Penggunaan sarana lalu lintas fleksibel ini terbukti sangat efektif dalam mengatasi kemacetan parah yang sering terjadi pada jam-jam sibuk di persimpangan jalan utama. Fleksibilitas alat pembatas ini memudahkan petugas di lapangan untuk mengubah pola alur lalu lintas secara cepat sesuai dengan kerapatan kendaraan.
Keunggulan utama dari media pembatas plastik isi air ini adalah tingkat keselamatan tingginya bagi para pengguna jalan. Jika terjadi benturan tidak sengaja dari kendaraan yang melintas, material plastik yang berisi cairan mampu menyerap energi benturan secara maksimal sehingga meminimalisir kerusakan fisik kendaraan maupun cedera pengemudi. Hal ini jauh lebih aman dibandingkan dengan penggunaan pembatas beton permanen yang berisiko fatal jika ditabrak kendaraan pada kecepatan tinggi.
Pemasangan water barrier ini difokuskan untuk memisahkan arus kendaraan dari arah yang berlawanan serta mencegah kebiasaan buruk pengemudi yang suka menerobos lajur lawan arah saat antrean panjang. Dengan terbentuknya pembatas fisik yang rapi, ketertiban para pengguna jalan dapat terwujud secara alami. Penumpukan kendaraan di titik-titik kemacetan utama pun dapat diurai dalam waktu yang relatif singkat tanpa menimbulkan kepanikan pengemudi.
Selain untuk rekayasa arus harian, pembatas plastik ini juga sangat berguna saat ada penutupan jalan sementara untuk acara keagamaan, perbaikan jalan, atau penanganan kondisi darurat. Petugas dapat dengan mudah memindahkan dan merangkai kembali barisan pembatas sesuai dengan kebutuhan pemblokiran lokasi. Kepraktisan operasional ini sangat mendukung kelancaran tugas pemeliharaan ketertiban lalu lintas oleh tim pengawas jalan raya di lapangan.
Pengadaan unit water barrier tambahan akan terus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan libur panjang di wilayah Sijunjung. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi petunjuk arah yang telah dibentuk oleh pembatas jalan tersebut dan tidak menggeser atau merusak sarana umum yang ada. Sinergi antara fasilitas rekayasa yang memadai dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama kelancaran berlalu lintas di seluruh wilayah.